Pengantar Microservices
Arsitektur microservices memisahkan aplikasi monolitik menjadi layanan independen yang terisolasi dan mudah dikelola.
1. Desain Service Boundaries
Tentukan batas domain dengan domain-driven design (DDD) agar setiap microservice memiliki tanggung jawab spesifik.
2. Komunikasi Antar Layanan
Gunakan REST API, gRPC, atau asynchronous message broker seperti RabbitMQ/Kafka untuk komunikasi antar service.
3. Skalabilitas & Deployment
Deploy tiap service secara independen menggunakan container Docker dan orchestrator Kubernetes atau platform serverless modern.
